Subscribe to Updates
Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.
Author: Dunia Masjid
Masjid Raya Ganting berlokasi di pusat kota Padang, di wilayah yang padat dan dikelilingi rumah-rumah penduduk yang tersusun bagaikan onggokan Bukit Barisan yang berlapis-lapis. Di jantung kota yang padat seperti itulah, suara azan terdengar mendayu-dayu d menaranya yang menjulang ke langit biru, laksana nyanyian ombak memanggil umat bersujud kepada Sang Pencipta. Masjid yang dibangun pada tahun 1700 M ini berdiri di atas tanah wakaf dari 7 suku yang diserahkan melalui Gubernur Jenderal Ragen Bakh sebagai penguasa Hindia Belanda di Sumatra Barat pada wakitu. Pada mulanya letak masjid berada di kaki Gunung Padang, kemudian dipindahkan ke tepi Sungai Arau, karena Belanda…
Masjid Islah ini terletak di Desa Pariangan, Kecamatan Patar, Sumatra Barat. Masjid ini merupakan salah satu masjid bersejarah karena berada di Luhak Nan Tuo (desa tertua). Letaknya cukup strategis, kira-kira 50 meter dari jalan utama Padang Panjang-Batusangkar. Dari segi fisik, Masjid Islah ini sudah mengalami dua kali perbaikan (renovasi), yang pertama tahun 1920 dan terakhir tahun 1994, walaupun sedikit berbeda dengan bangunan aslinya. Renovasi itu dilakukan atas swadaya murni masyarakat, baik yang berasal dari warga desa maupun dari para perantau asal Desa Pariangan yang tersebar di berbagai daerah. Dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp.l08 juta. Karena letaknya yang cukup strategis,…
Inilah Masjid yang menjadi saksi sejarah hadirnya Kerajaan Melayu Siak Sri Indrapura di Sumatra Timur (sekarang masuk Provinsi Riau). Didirikan pada tahun 1926 di masa Pemerintahan Sultan Qasim, Sultan Siak yang terakhir. Oleh Sultan, masjid ini diberi nama Masjid Syahbuddin. Nama ini masih dipakai sampai saat ini. Entah mengapa sultan memberikan nama masjid dengan menggunakan kata dari dua bahasa sekaligus, yaitu syah (bahasa Persi yang berarti ‘penguasa’) dan ad-din (bahasa Arab yang berarti ‘agama’)- Barangkali sultan ingin menegaskanbahwa Kerajaan Siak Sri Indrapura yang dipimpinnya adalah sebuah kerajaan Islam. Dan, ia sendiri selaku sultan (raja), bukan hanya menjadi penguasa negara atau…
Masjid tua yang terkesan unik ini terletak di Jalan Ki Ranggo Wiro Sentiko, Kelurahan 30 Ilir, kurang lebih satu kilomenter dari pusat kota Palembang. Letaknya yang strategis di persimpangan jalan ini, memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat di sekitamya. Barangkali karena bentuknya yang tidak banyak berubah dari bentuk aslinya. Masjid Suro-itulah nama yang diberikan oleh K.H. Abdurrahman Delamat bin Syarifuddin bersama sahabatnya Kiai Ki Agus H. Mahmud Usman (Kgs. Khotib)—adalah nama yang pertama kali diberikan kepada masjid ini. Pada awal berdirinya, masjid ini ramai sekali dikunjungi masya¬rakat sekitamya, baik untuk shalat maupun menimba ilmu agama kepada Kiai Delamat. NamUn, Tuan…
Masjid Al-Falah adalah masjid bersejarah yang terletak di tengah- tengah desa. Masjid ini menjadi kebanggaan masyarakat setempat, sekaligus gambaran dakwah Islam tempo dulu di Desa Tanjung Batu. Pendirian masjid ini konon mengandung sejarah tersendiri bagi masuk dan berkembangnya Islam di sini. Satu kepercayaan yang masih terpatri di masyarakat Tanjung Batu bahwa bangunan suci ini dibangun oleh seorang ulama dan ahli pahat serta ukir dari tanah Jawabemama Abdul Hamid yang dulunya bekerja di Kasultanan Palembang Darussalam. Mengenai berdirinya masjid ini, secara pasti tidak seorang pun pemuka agama dan tokoh masyarakat Tanjung Batu mengetahuinya karena bukti tidak ada. Namun, kabar yang beredar…
Bagi masyarakat muslim kota Palembang, Masjid Muara Ogan tentu tidak asing lagi. Karena, selain memiliki sejarah sebagai masjid tertua, Masjid Muara Ogan juga menjadi pusat kegiatan kaum muslimin di kota empek-empek tersebut. Lokasinya di Kampung Kertapati, Kodya Palembang, Sumatra Selatan, kira-kira 3 km sebelah barat pusat kota Palembang. Menurut sejarah, masjid ini didirikan oleh seorang ulama bangsa- wan, namanya Masagung H. Abdul Hamid bin Masagung Mahmud alias Kanang bin Tarudin bin Komarudin bin Raden Wirakesuma bin Raden Perak. Masyarakat setempat biasa memanggil Msg. H. Abdul Hamid dengan sebutan Kiai Muara Ogan. Ia berdakwah tidak hanya di kota Palembang saja, tetapi…
Masjid Agung Pondok Tinggi terletak di Dusun Pondok Tinggi, Kecamatan Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, Jambi. Dibangun pada tahun 1874 secara gotong royong oleh seluruh warga dusun, anak jantan, dan anak betino (laki-laki dan perempuan). Untuk membangkitkan gairah kerja, para warga dihibur dengan pagelaran kesenian khas rakyat Kerinci, di antaranya pencak silat. Setelah pembuatan fondasi selesai dan kayu terkumpul, dibentuk- lah semacam panitia pelaksana pembangunan yang dipimpin oleh empat orang jenang ‘pengurus’ yang dipilih dari masing-masing lurah, yaitu: Bapak/ayahnya Rukun (Rio Mandaro), Bapak/ayahnya Hasip (Rio Pati), Bapak/ayahnya Timah Taat dan Haji Rajo Saleh (Rio Tumengung). Rancangan masjid dipilih berdasarkan masukan dari…
Masjid Lamo yang dapat Anda lihat dalam gambar, merupakan. sebuah masjid tua yang berlokasi di Kelurahan Lempur Tengah Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci, Jambi. Dinamai Masjid Lamo, karena masjid ini memang berusia tua, namun tidak diketahui tahun pembuatannya. Yang jelas, arsitektumya memang mengesankan. masjid ini terkesan tua. Sulaiman, sesepuh dan Thalib Duko, selaku juru pelihara Masjid Lamo ini tidak berani memastikan kapan Masjid Lamo ini dibangun. Ia hanya mengungkapkan, sejarah Masjid Lamo ini diawali dengan menghadapnya Rajo Elok bergelar Indra Bangsawan Syah dari Bone Gunung Ledang (tidak diketahui di mana Bone Gunung Ledang tersebut) dengan membawa sepucuk surat menuju Kerajaan…
Masjid Keramat, demikian namanya, terletak di Desa Koto Tuo, Pulau Tengah, Percam (Perwakilan Kecamatan) Keliling Danau, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Masjid ini dibangun sekitar abad ke- 18 dan merupakan masjid tertua di Kabupaten Kerinci. Dinamai Masjid Keramat karena masjid ini dalam riwayatnya selalu terhindar dari bencana yang terjadi di desa itu, antara lain ke- bakaran hebat pada tahun 1903 dan 1939. Juga gempa bumi dahsyat yang terjadi pada tahun 1942, tidak berpengaruh apa-apa terhadap masjid itu. Oleh karenanya, dapat dipahami jika masyarakat di desa itu menamai masjid tua ini dengan nama Masjid Keramat. Menurut Haji Ismail, takmir masjid keramat, kebakaran…
Berdiri kokoh dan anggurt di tengah jantung kota Bengkulu bangunan monumental religius ini terjepit di antara pohon rindang berumur ratusan tahun. Sosok besar Ir. Soekarno menjadi perancang masjid ini tidak dapat dipisahkan dari keberadaan masjid bersejarah di Bumi Raflesia ini. Masjid Jamik Bengkulu ini, menurut catatan sejarah, pada mulanya berdiri di Kelurahan Bajak, yakni di sekitar lokasi makam pahlawar nasional Sentot Alibasyah Prawiradirja (panglima perang laskar PangeranDiponegoro). Kemudian, sekitar awal abad ke-18 dipindahkar. ke lokasi sekarang di Jalan Soeprapto. Masjid Jamik Bengkulu ini pada abad ke-19 bentuknya sangat sederhana. Pada saat itu hanya menggunakan bahan atau material dar. kayu, beratapkan…

