Subscribe to Updates
Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.
Author: Dunia Masjid
Al-Mashun yang berarti ‘dipelihara’, sesuai namanya hingga kini rrasih terpelihara dan terawat denganbaik. Tidak heran, karena masjid mi di masa silam merupakan Masjid Negara pada masa jayanya Kesultanan Melayu Deli, yang pada saat ini masuk dalam wilayah Ptovinsi Sumatra Utara. Tidak jauh dari Masjid Raya Al-Mashun, kita dapat menyaksikan litana Maimoon, tempat kediaman Sultan Deli. Pembangunan Masjid :tu sendiri dimulai pada tahun 1906, dan selesai pada tahun 1909. Secara keseluruhanbiaya pembangunan masjid ditanggung sendiri oleh Sultan Maamun Al-Rasyid Perkasa Alamsjah IX yang menjadi sultan ketika itu. Menurut keterangan Raja Muda, Ketua Takmir Masjid Raya Al-Mashun, pembangunan menghabiskan dana sebesar satu…
Masjid memang kerapkali menjadi saksibisu terhadap perjuangan orang-orang Islam dalam menyiarkan agama Islam. Dengan demikian, masjid selalu menyimpan sejarah masa lampau. Begitu pula dengan Masjid Raya Rengat Sumatra Utara. Masjid yang didirikan oleh Sultan Salehuddin Keramatsyah hingga kini sudah berusia 203 tahun. Sultan Salehuddin merupakan sultan Kerajaan Indragiri yang ke- 16. Sebelum naik takhta, ia bemama Raja Hasan yang mulai berkuasa tahun 1735. Oleh karena Sultan Salehuddin dikenal seorang yang taat beragama, setelah meninggal oleh masyarakat dikeramatkan sehingga namanya menjadi Sultan Salehuddin Keramatsyah. Ia mempunyai tiga orang anak. Anak tertua mendapat gelar Raja Kecik Besar Mambang. Ketaatannya dalam beragama seperti…
Dilihat dari gaya arsiteknya, masjid ini tampaknya banyak me nyimpan catatan sejarah, baik yang menyangkut sejarah pertumbuhan masyarakat secara umum maupun dikaitkan dengan histeriografi sejarah Islam di daerah Sumatra khususnya, tentulah banyak memberikan peran. Masjid “Azizi” yang terletak di daerah Langkat, Tanjung Pura, Sumatra Utara, didirikan oleh Tengku Sultan Abdul Aziz bin Tengku Sultan Haji Musa al-Khalidy al-Muazhzham Syah, Raja Langkat yang berkuasa antara tahun 1862 sampai wafatnya 1896). Tetapi, sebelum pembangunan masjid ini selesai, Sultan Abdul Aziz wafat. Maka, pem- bangunannya diteruskan oleh anaknya, Tengku Sultan Mahmud Rahmat Syah bin Abdul Aziz pada 1936. Materialnya diangkut dengan kereta lembu…
Masjid Raya Sulaimaniyah yang terletak di kawasan Deli Serdan. Sumatra Utara, keadaannya cukup sederhana. Namun, di balik ke- sederhanaannya itu menyimpan sejarah masa lampau. Masjid yang didirikan oleh Sultan Sulaiman Syariful Alamsyah yang lebih dikenal dengan sebutan Sultan Serdang dibangun pada tahun 1322 (1901M). Dana pembangunan masjid ini ditanggung oleh Sultan Serdang. Bahan bangunan masjid tersebut berasal dari dalam negeri, kecuali marmer yang berasal dari luar negeri. Masjid yang berdiri di atas tanah seluas 40 x 100 meter persegi, semula dibangun berukuran 20 m x 20 m, tetapi karena daya tampung jamaah terasa makin sesak maka pada tahun 1384 H…
Jika tanpa menara di sampingnya, barangkali Anda akan menyangk bangunan yang berlokasi di Gang Bengkok, Medan, ini adalah sebual klenteng (tempat sembahyang orang Cina). Sepintas, kesan kecinaanny, amat menonjol. Apalagi kalau Anda perhatikan bentuk atapnya yanj agak berundak dan agak melengkung. Tetapi, sesungguhnya inil sebuah masjid jami yang merupakan saksi bisu terjadinya sebuah pro akulturasi atau perpaduan budaya secara damai. Medan sebagai ibu kota Provinsi Sumatra Utara, merupakan kota terbesar di Sumatra. Sejak masih berkuasanya beberapa kerajaan Melayu sampai masuknya penjajah Belanda, kota Medan telah menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan. Oleh karenanya, hampir semua suku bangsa di Nusantara dan beberapa…
Pematang Siantar adalah kotamadya yang berudara sejuk, terletak di pantai Barat Sumatra Utara, tidakbegitu jauh dari Danau Toba. Di kota mi terdapat 73 masjid. Salah satu di antaranya adalah Masjid Raya 7 rmatang Siantar yang terletak di Jalan Masjid No.6, Pematang Siantar. Masjid Raya Pematang Siantar didirikan pada tahun 1911, me- rupakan masjid tertua di Kodya Pematang Siantar dan Kabupaten rimalungun. Pada awalnya, dindingnya terbuat dari papan dan atap masjid ini terbuat dari rumbia. Berdirinya masjid ini diprakarsai oleh tiga orang tokoh setempat, yaitu Tuan Syah H. Abdul Jabbar Nasution, dr. M. Hfcnnzah Harahap, dan Penghulu Hamzah Daulay. Masjid ini…
Kehadiran masjid jami ini sangat erat kaitannya dengan sejarah berkembangnya Islam di Sumatra Barat, khususnya di daerah Maninjau. Dan, itu tidak dapat dilepaskan dari peran seorang tokoh penyebar Islam yang paling terkemuka di Ranah Minang yang bernama Syekh Burhanuddin. Ia bukan hanya seorang ulama, tetapi juga seorang syekh, suatu gelar kehormatan yang hanya diberikan kepada seorang ulama yang menjadi mursyid (pemimpin, pembimbing) dari suatu aliran tarekat (thariqah). Memang, Syekh Burhanuddin adalah seorang Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah, tarekat yang menjadi pegangan ulama-ulama Sumatra, khususnya di Sumatra Barat. Masjid ini didirikan pada tahun 1670 M, dipimpin langsung oleh Syekh Burhanuddin dengan dukungan para…
Nagari Kota Nan Empat yang terletak di Kodya Payakumbuh, Sumatra Barat, memiliki sebuah masjid raya yang diperkirakan berusia satu setengah abad lebih. Berdasarkan pengakuan seorang nenek yan meninggal pada tahun 1943 dalam usia 103 tahun, dapat diperkirakan Masjid bahwa Masjid Raya Nagari Kota Nan Empat tersebut didirikan sekitar tahun 1840. Masjid Raya yang namanya dinisbatkan kepada nama tempat didirikannya, yakni Nagari Kota Nan Empat, didirikan di tengah-tengah berdampin dengan balairung (balai adat) sebagai perlambang adat bersendi syara’, syara’ bersendi Kitabullah (Al-Qur’an). Bentuk dan arsitektumya yang khas Minangkabau, yakni beratap tiga tingkat dengan sebuah kubah gonjong yang menjulang tinggi dan sisinya…
Ranah Minang selain dikenal sebagai daerah yang kaya dengan nilai-nilai budayanya yang tinggi, juga dikenal sebagai daerah yang religius. Mayoritas orang Minang adalah penganut Islam yang masih teguh memegang ajaran Islam. Di daerah ini, nilai-nilai agama telah berbaur dengan adat istiadat masyarakat. Bahkan, ajaran agama telah menjiwai budaya masyarakat. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya pepatah: adat basandi syara’, syara’ basandi Kitabullah. Artinya, adat berdasarkan ajaran Islam (syara’), dan syara’ berdasarkan Al-Qur’an. Tentang siapa orang pertama yang menyebarkan agama Islam di Minangkabau ini, tidak ada riwayat sejarah yang dapat memastikan. Bahkan, terkadang bercampur dengan legenda yang hidup di masyarakat, seperti…
Masjid yang tertua di Koto Laweh adalah Masjid Tuanku Syekh langsiangan dari Kabupaten Tanah Datar atau Luhak Tanah Datar yang srletak di Kaki Gunung Tigo, berdekatan dengan Gunung Singgalang. Udaranya sejuk. Maklumlah, dataran tanahnya berbukit dan berlurah ang dalam serta jauh dari keramaian Jalan Raya Bukittinggi-Padang Panjang. Di daerah inilah di masa silam lahir seorang pejuang dan ulama bernama Syekh Mangsiangan yang ikut bertempur pada Perang Padri yang legendaris itu. Masjid ini adalah hasil karyanya. Maklumlah ia seorang anak rjnggal, sehingga sawah ladang dan harta peninggalan orang tuanya iihibahkan untuk perjuangan mengusir penjajah Belanda dan me- negakkan Islam di Tanah…

