Close Menu
Data MasjidData Masjid

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    PGRI dan Urgensi Pembelajaran yang Lebih Relevan

    April 8, 2026

    PGRI dalam Menghadapi Perubahan Ekspektasi Siswa

    April 8, 2026

    Ekosistem Guru dan Peran Organisasi Profesi

    February 27, 2026
    Data MasjidData Masjid
    • Home
    • MASJID BERSEJARAH INDONESIA
    • MASJID TERINDAH INDONESIA
    • MASJID DUNIA
    • Web JIC
    Data MasjidData Masjid
    • Home
    • MASJID BERSEJARAH INDONESIA
    • MASJID TERINDAH INDONESIA
    • MASJID DUNIA
    • Web JIC
    Home»MASJID BERSEJARAH INDONESIA»Masjid Al Falah Tanjung Batu
    MASJID BERSEJARAH INDONESIA

    Masjid Al Falah Tanjung Batu

    Dunia MasjidBy Dunia MasjidAugust 30, 2025No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Masjid Al-Falah adalah masjid bersejarah yang terletak di tengah- tengah desa. Masjid ini menjadi kebanggaan masyarakat setempat, sekaligus gambaran dakwah Islam tempo dulu di Desa Tanjung Batu. Pendirian masjid ini konon mengandung sejarah tersendiri bagi masuk dan berkembangnya Islam di sini.

    Satu kepercayaan yang masih terpatri di masyarakat Tanjung Batu bahwa bangunan suci ini dibangun oleh seorang ulama dan ahli pahat serta ukir dari tanah Jawabemama Abdul Hamid yang dulunya bekerja di Kasultanan Palembang Darussalam.

    Mengenai berdirinya masjid ini, secara pasti tidak seorang pun pemuka agama dan tokoh masyarakat Tanjung Batu mengetahuinya karena bukti tidak ada. Namun, kabar yang beredar di sana, masjid ini dibangun pada zaman Kasultanan Palembang, sekitar ratusan tahun lalu.

    Ceritanya, suatu hari Abdul Hamid yang kaya dengan corak seni dan imajinasi diperintah oleh sultan untuk melukis permaisurinya. Pekerjaan itu dikerjakan oleh Abdul Hamid sampai larut rrtalam. Karena lelah, ia pun mengantuk. Di tengah kantuk tersebut tanpa sengaja tinta dikuasnya menetes di lukisan yang hampir selesai itu dekat di kemaluan permaisuri.

    Ketika melihat tetesan itu sultan murka. Sultan menyangka Abdii Hamid berbuat senonoh terhadap permaisurinya karena permaisur mempunyai tahi lalat di tempat jatuhnya tinta itu.

    Sultan memerintahkan Abdul Hamid supaya dibunuh. Namur, rencana itu diketahui Abdul Hamid. Akhirnya, ia hengkang dari Kasultanan Palembang. Dengan menyusuri sungai, sampailah Abdul Hamid di sebuah desa yang kemudian lebih dikenal dengan sebutar. Desa Tanjung Batu.

    Membangun Masjid

    Abdul Hamid yang beragama Islam disambut hangat oleh masyarakat setempat karena waktu itu masyarakat Desa Tanjung Batu telah beragama Islam. Ia mulai mengembangkan keahliannya mengukir dar memahat sambil berdakwah. Ia kemudian membangun sebuah masjid yang indah untuk menggantikan masjid sebelumnya yang telah ada. namun kecil dan kurang baik.

    Cerita yang sampai saat ini dilegendakan orang, misalnya umang sugu kayu-nya yang tidak pemah putus berpuluh meter waktu dia membangun masjid karena awal pembangunannya bahan bangunar masjid ini menggunakan kayu. Abdul Hamid dikenal sebagai sosok yang hebat, banyak keahliaanya dan pengetahuan agamanya.

    Sikap yang ramah dan pandai memberikan wejangan serta ceramah kepada masyarakat, membuat ia dicintai dan dijadikan panutan masya- rakat. Karena kecakapannya itu, ia pun mengajar agama pada masyarakat setempat, termasuk ilmu pertukangan dan iikir-mengukir emas

    Sampai sekarang masyarakat di sana terkenal sebagai ahli tukan; dan ahli emas. Dari profesi inilah masyarakat Tanjung Batu meng- gantungkan hidupnya. Dan, karena keahliannya itu mereka menjadi terkenal di seluruh Sumatra Selatan. Tidak terkecuali kemasyhuranny a ini sampai pula ke telinga Sultan Palembang.

    Karena telah salah menilai Abdul Hamid, apalagi keahliannya masih diperlukan maka sultan memerintahkan Abdul Hamid supaya dapat diajak kembali ke Kasultanan Palembang. Untuk membuktikar keabsahan berita itu, Kasultanan Palembang memesan sebuah pint- ukiran kepada Abdul Hamid.

    Temyata pesanan itu dapat diselesaikan Abdul Hamid persis sesua: dengan kehendak sultan, sehingga sultan benar-benar percaya dengar. berita itu. Konon pintu pesanan itu sampai sekarang menjadi salah satu
    pintu di antara pintu-pintu yang menghiasi Masjid Agung Palembang. Namun, sayang yang mana pintu buatan Abdul Hamid itu, tidak di- ketahui dengan pasti karena rupa dan bentuknya sama dengan pintu- pintu lainnya.

    Akhirnya, sultan mengirim utusan untuk mengajak kembali Abdul Hamid ke Kasultanan Palembang karena sultan sendiri akhimya telah tahu duduk persoalan sebenamya mengenai lukisan permaisuri dulu.

    Tetapi, karena Abdul Hamid telah merasa mempunyai ikatan emosional dengan masyarakat Tanjung Batu maka ia tetap dengan pen- diriannya untuk tidak mau meninggalkan Desa Tanjung Batu. Ulama besar ini akhimya wafat di Tanjung Batu OKI (Ogan Komering Ilir). Ia dihormati orang dengan sebutan Usang Sungging. Makamnya terletak di seberang desa dan dikeramatkan orang.

    Kemaslahatan Umat

    Sejak awal berdirinya, masjid ini memang diperuntukkan buat kegiatan umat Islam Tanjung Batu. Kalau kita dapati pemandangan. seperti sekarang ini (permanen), itu karena telah mengalami beberapa kali renovasi. Biayanya mengandalkan dana swadaya masyarakat setempat, di samping warga perantauan yang telah sukses.

    Keberadaannya sangat berarti bagi masyarakat. Misalnya,dari menaranya yang tinggi, terpancang pengeras suara yang melantunkan. ayat-ayat suci Al-Qur’an atau mengumandangkan azan, membangunkan setiap kalbu untuk segera menghentikan segala aktivitas keduniaannya untuk menghadap Sang Pencipta.

    Kumandang azan yang cukup kuat gemanya terdengar dan pangkal sampai ujung desa, membuat kehadirannya cukup berarti Begitu juga mimbar di dalam masjid dilengkapi dengan tangga untuk menuju ke atasnya, tampak sangat prestisius. Di dinding dalam dan luai masjid melekat omamen kaligrafi ayat-ayat Al-Qur’an yang mengagungkan asma Allah.

    DATA MASJID AL FALAH TANJUNG BATU

    • NAMA RESMI

      Masjid Al Falah Tanjung Batu

    • TANGGAL DIRESMIKAN

      –

    • LOKASI

      Desa Tanjung Batu Ogan Ilir Sumatra Selatan

    • LUAS BANGUNAN

      – m2

    • LUAS KESELURUHAN

      – m2

    • DAYA TAMPUNG JAMAAH

      – orang

    • ARSITEK

      –

    • SUMBER

      Masjid-Masjid Bersejarah di Indonesia

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleMasjid Muara Ogan Kertapati
    Next Article Masjid Besar Al Mahmudiyah
    Dunia Masjid
    • Website

    Related Posts

    Masjid Raya Al Mashun Medan

    August 30, 2025

    Masjid Raya Rengat

    August 30, 2025

    Masjid Azizi

    August 30, 2025

    Masjid Sulaimaniyah

    August 30, 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terbaru

    PGRI dan Urgensi Pembelajaran yang Lebih Relevan

    By admin4466April 8, 20260

    PGRI dan Urgensi Pembelajaran yang Lebih Relevan: Menghubungkan Teori dengan Realitas Ketidakterhubungan antara materi sekolah…

    PGRI dalam Menghadapi Perubahan Ekspektasi Siswa

    April 8, 2026

    Ekosistem Guru dan Peran Organisasi Profesi

    February 27, 2026

    Institusionalisasi Profesi Guru dalam Konteks Nasional

    February 27, 2026

    Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman

    August 30, 2025
    © 2026 Dunia Masjid. Dikembangkan oleh Divisi Informasi dan Komunikasi Jakarta Islamic Centre.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.