Close Menu
Data MasjidData Masjid

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    PGRI dan Urgensi Pembelajaran yang Lebih Relevan

    April 8, 2026

    PGRI dalam Menghadapi Perubahan Ekspektasi Siswa

    April 8, 2026

    Ekosistem Guru dan Peran Organisasi Profesi

    February 27, 2026
    Data MasjidData Masjid
    • Home
    • MASJID BERSEJARAH INDONESIA
    • MASJID TERINDAH INDONESIA
    • MASJID DUNIA
    • Web JIC
    Data MasjidData Masjid
    • Home
    • MASJID BERSEJARAH INDONESIA
    • MASJID TERINDAH INDONESIA
    • MASJID DUNIA
    • Web JIC
    Home»MASJID BERSEJARAH INDONESIA»Masjid Islah
    MASJID BERSEJARAH INDONESIA

    Masjid Islah

    Dunia MasjidBy Dunia MasjidAugust 30, 2025No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Masjid Islah ini terletak di Desa Pariangan, Kecamatan Patar, Sumatra Barat. Masjid ini merupakan salah satu masjid bersejarah karena berada di Luhak Nan Tuo (desa tertua). Letaknya cukup strategis, kira-kira 50 meter dari jalan utama Padang Panjang-Batusangkar.

    Dari segi fisik, Masjid Islah ini sudah mengalami dua kali perbaikan (renovasi), yang pertama tahun 1920 dan terakhir tahun 1994, walaupun sedikit berbeda dengan bangunan aslinya. Renovasi itu dilakukan atas swadaya murni masyarakat, baik yang berasal dari warga desa maupun dari para perantau asal Desa Pariangan yang tersebar di berbagai daerah. Dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp.l08 juta.

    Karena letaknya yang cukup strategis, Masjid Islah selalu mengundang daya tarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara yang mengadakan kunjungan wisata ke kota “budaya” Batusangkar. Karena Desa Pariangan merupakan desa tertua di Luhak Nan Tuo yang banvak memiliki nilai sejarah, di desa ini masih banyak ditemukan rumah-rumah beratap gonjong sebagai ciri khas alam Minangkabau. Keberadaan Desa Pariangan ini juga ditemukan dalam tambo adat alam Minangkabau.

    Masjid Islah ini dahulunya dibangun oleh Syekh Burhanuddin,tokoh pengembang ajaran Islam di daerah Minangkabau, atas persetujuaan Tuangku Nan Barampek, yaitu Tuangku Labai, Tuangku Katik Basa, Tuangku Aji Manan, dan Tuangku Kali Bandar, dengan sejumlah tukang yang dipimpin Datuk Garang.

    Masjid Islah ini berukuran 16 x 24 m dengan empat buah tiang penyangga yang terbuat dari kayu andaleh, di mana empat buah tiang (tonggak) itu ditanggung oleh empat tuangku tersebut dengan lebar 12 meter persegi dengan puncak menara gonjong berbentuk teratai.

    Keunikan lain dari Masjid Islah ini adalah tersedia pancuran air angek ‘panas’ yang berasal dari Gunung Merapi untuk berwudhu dan mandi. Sebelum dilengkapi dengan tempat berwudhu seperti sekarang ini, dahulunya merupakan tapian mandi ‘tempat mandi’ ninik mamak nan  tujuah, yaitu Dt. Suri Dirajo, Dt. Nan Capuak, Dt. Majo Empang, Dt Sinaro, Dt. Basa, Dt. Kayo, masing-masing anak kemenakan dari ninik mamak harus mandi di tapian mandi yang mereka miliki itu.

    Dan, dianggap sebagai “pembangkangan” atau membuat malu makak jika anak kemenakan Dt. Suri Dirajo misalnya, mandi di tapian Dt Sinaro, dan sebaliknya. Sedangkan, tempat mandian urang sumando lain pula tempatnya, dalam arti kata tidak menjadi satu dengan ninik mamak.

    Pancuran air angek itu sampai sekarang dianggap sebagai air ‘mukjizat”, tidak saja bagi masyarakat yang tinggal di Tanah Datar, stapi juga bagi masyarakat Sumatra Barat, karena dinilai dapat meng- obati penyakit gatal-gatal, kudis, panu, dan sakit lumpuh. Namun, sampai sejauh mana keampuhannya, tentu mereka yang datang itu sendirilah yang merasakannya.

    Oleh kerena itu, jika Anda sempat berkunjung ke masjid ini untuk shalat, janganlah tergesa-gesa mengambil air wudhu, karena di samping pancuran air angek itu ada pula air biasa (tidak panas). Sebab, kalau tidak mengetahui atau tidak bertanya dahulu sebelum berwudhu, tentu muka kita akan kepanasan, sebab bukan mustahil air wudhu yang kita ambil berasal dari pancuran air angek tersebut.

    Kemudian, untuk menyemarakkan siar Islam, di samping dimanfaatkan untuk berjamaah dan wirid pengajian, di masjid ini juga didirikan TPA untuk mendidik generasi muda belajar Al-Qur’an.

    DATA MASJID ISLAH

    • NAMA RESMI

      Masjid Islah

    • TANGGAL DIRESMIKAN

      –

    • LOKASI

      Desa Pariangan Kec. Patar Sumatra Bara

    • LUAS BANGUNAN

      384 m2

    • LUAS KESELURUHAN

      – m2

    • DAYA TAMPUNG JAMAAH

      – orang

    • ARSITEK

      –

    • SUMBER

      Masjid-Masjid Bersejarah di Indonesia

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleMasjid Sultan Siak
    Next Article Masjid Raya Ganting
    Dunia Masjid
    • Website

    Related Posts

    Masjid Raya Al Mashun Medan

    August 30, 2025

    Masjid Raya Rengat

    August 30, 2025

    Masjid Azizi

    August 30, 2025

    Masjid Sulaimaniyah

    August 30, 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terbaru

    PGRI dan Urgensi Pembelajaran yang Lebih Relevan

    By admin4466April 8, 20260

    PGRI dan Urgensi Pembelajaran yang Lebih Relevan: Menghubungkan Teori dengan Realitas Ketidakterhubungan antara materi sekolah…

    PGRI dalam Menghadapi Perubahan Ekspektasi Siswa

    April 8, 2026

    Ekosistem Guru dan Peran Organisasi Profesi

    February 27, 2026

    Institusionalisasi Profesi Guru dalam Konteks Nasional

    February 27, 2026

    Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman

    August 30, 2025
    © 2026 Dunia Masjid. Dikembangkan oleh Divisi Informasi dan Komunikasi Jakarta Islamic Centre.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.