Close Menu
Data MasjidData Masjid

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    PGRI dan Urgensi Pembelajaran yang Lebih Relevan

    April 8, 2026

    PGRI dalam Menghadapi Perubahan Ekspektasi Siswa

    April 8, 2026

    Ekosistem Guru dan Peran Organisasi Profesi

    February 27, 2026
    Data MasjidData Masjid
    • Home
    • MASJID BERSEJARAH INDONESIA
    • MASJID TERINDAH INDONESIA
    • MASJID DUNIA
    • Web JIC
    Data MasjidData Masjid
    • Home
    • MASJID BERSEJARAH INDONESIA
    • MASJID TERINDAH INDONESIA
    • MASJID DUNIA
    • Web JIC
    Home»MASJID TERINDAH INDONESIA»Perjalanan PGRI dalam Sistem Pendidikan Nasional
    MASJID TERINDAH INDONESIA

    Perjalanan PGRI dalam Sistem Pendidikan Nasional

    Dunia MasjidBy Dunia MasjidJanuary 26, 2020Updated:March 24, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Perjalanan PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) dalam Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) adalah kisah tentang transformasi organisasi dari sebuah “serikat pejuang” menjadi penentu kebijakan pendidikan di Indonesia. PGRI tidak hanya mengikuti arus sistem, tetapi sering kali menjadi pihak yang membentuk arus tersebut.

    Berikut adalah fase-fase krusial perjalanan PGRI dalam membangun sistem pendidikan kita:


    1. Peletak Fondasi Pendidikan Nasional (1945 – 1950)

    Sesaat setelah kemerdekaan, Indonesia belum memiliki undang-undang pendidikan. PGRI hadir mengisi kekosongan tersebut.

    • Peran: Guru-guru PGRI melakukan “Indonesianisasi” kurikulum secara sporadis, mengganti narasi sejarah kolonial dengan semangat nasionalisme.

    • Hasil: PGRI mendorong lahirnya UU Pendidikan No. 4 Tahun 1950, yang menjadi undang-undang pendidikan pertama milik bangsa Indonesia sendiri.

    2. Era Pemberantasan Buta Huruf (1950 – 1960-an)

    Pada masa ini, tantangan terbesar sistem pendidikan adalah angka buta aksara yang mencapai lebih dari 90%.

    • Peran: PGRI mengerahkan anggotanya hingga ke pelosok desa untuk menjalankan program Kursus Pengantar Kewajiban Belajar (KPKB).

    • Dinamika: Guru tidak hanya mengajar anak-anak di sekolah, tetapi juga orang dewasa di balai desa, menjadikan pendidikan sebagai gerakan massa.

    3. Reformasi Konstitusi: Perjuangan Anggaran 20% (2000-an)

    Ini adalah pencapaian paling monumental PGRI dalam sejarah hukum pendidikan.

    • Upaya: PGRI melakukan judicial review dan lobi intensif agar negara berkomitmen secara finansial terhadap pendidikan.

    • Hasil: Amandemen Pasal 31 ayat (4) UUD 1945 yang mewajibkan negara mengalokasikan minimal 20% APBN/APBD untuk pendidikan. Tanpa dorongan PGRI, sistem pendidikan kita mungkin masih kekurangan dana kronis hingga hari ini.


    Milestone PGRI dalam Regulasi Pendidikan

    Regulasi / UU Peran PGRI Dampak Terhadap Sistem
    UU No. 4 Tahun 1950 Penyusun draf awal. Menetapkan Pancasila sebagai dasar pendidikan.
    UU No. 20 Tahun 2003 Pemberi masukan kritis. Lahirnya Standar Nasional Pendidikan (SNP).
    UU No. 14 Tahun 2005 Inisiator & pengawal utama. Pengakuan guru sebagai Profesi (bukan sekadar pegawai).

    4. Menjaga Marwah Profesi melalui Sertifikasi

    Sebelum tahun 2005, guru dipandang sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa” yang secara ekonomi sering terabaikan.

    • Transformasi: PGRI memperjuangkan lahirnya UU Guru dan Dosen. Melalui undang-undang ini, sistem pendidikan nasional mengenal konsep Tunjangan Profesi Guru (TPG).

    • Dampak: Kesejahteraan guru meningkat, yang secara otomatis meningkatkan daya tarik profesi guru bagi generasi muda terbaik.

    5. Digitalisasi Pendidikan (Era Kontemporer)

    Di tengah disrupsi teknologi, PGRI memastikan guru tidak tertinggal oleh sistem yang semakin digital.

    • Langkah: Melalui PGRI Smart Learning and Character Center (SLCC), organisasi ini mendampingi guru bermigrasi ke sistem pembelajaran daring, penggunaan AI dalam kelas, dan platform Merdeka Belajar.

    • Visi: Memastikan bahwa teknologi dalam sistem pendidikan adalah alat bantu, bukan pengganti peran guru.


    Kesimpulan

    Perjalanan PGRI membuktikan bahwa sistem pendidikan nasional tidak bisa berjalan efektif tanpa keterlibatan aktif organisasi profesi. PGRI bertindak sebagai penyeimbang—mendukung kebijakan pemerintah yang pro-pendidikan, namun tetap kritis terhadap aturan yang merugikan guru atau siswa.

    kampungbet

    sbobet

    kampungbet

    kampungbet

    kampungbet

    kampungbet

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePGRI dan Posisi Guru Pasca Kemerdekaan
    Next Article Masjid Agung Jawa Tengah
    Dunia Masjid
    • Website

    Related Posts

    PGRI dan Urgensi Pembelajaran yang Lebih Relevan

    April 8, 2026

    PGRI dalam Menghadapi Perubahan Ekspektasi Siswa

    April 8, 2026

    Ekosistem Guru dan Peran Organisasi Profesi

    February 27, 2026

    Institusionalisasi Profesi Guru dalam Konteks Nasional

    February 27, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terbaru

    PGRI dan Urgensi Pembelajaran yang Lebih Relevan

    By admin4466April 8, 20260

    PGRI dan Urgensi Pembelajaran yang Lebih Relevan: Menghubungkan Teori dengan Realitas Ketidakterhubungan antara materi sekolah…

    PGRI dalam Menghadapi Perubahan Ekspektasi Siswa

    April 8, 2026

    Ekosistem Guru dan Peran Organisasi Profesi

    February 27, 2026

    Institusionalisasi Profesi Guru dalam Konteks Nasional

    February 27, 2026

    Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman

    August 30, 2025
    © 2026 Dunia Masjid. Dikembangkan oleh Divisi Informasi dan Komunikasi Jakarta Islamic Centre.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.