Close Menu
Data MasjidData Masjid

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    PGRI dan Urgensi Pembelajaran yang Lebih Relevan

    April 8, 2026

    PGRI dalam Menghadapi Perubahan Ekspektasi Siswa

    April 8, 2026

    Ekosistem Guru dan Peran Organisasi Profesi

    February 27, 2026
    Data MasjidData Masjid
    • Home
    • MASJID BERSEJARAH INDONESIA
    • MASJID TERINDAH INDONESIA
    • MASJID DUNIA
    • Web JIC
    Data MasjidData Masjid
    • Home
    • MASJID BERSEJARAH INDONESIA
    • MASJID TERINDAH INDONESIA
    • MASJID DUNIA
    • Web JIC
    Home»MASJID TERINDAH INDONESIA»PGRI dan Posisi Guru Pasca Kemerdekaan
    MASJID TERINDAH INDONESIA

    PGRI dan Posisi Guru Pasca Kemerdekaan

    Dunia MasjidBy Dunia MasjidJanuary 26, 2020Updated:March 24, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Pasca Proklamasi 17 Agustus 1945, posisi guru mengalami transformasi drastis dari “pegawai rendah kolonial” menjadi “pilar kedaulatan bangsa.” Lahirnya PGRI pada November 1945 menjadi momentum hukum dan sosial yang mengukuhkan posisi baru ini.

    Berikut adalah dinamika posisi guru pasca kemerdekaan yang diperjuangkan oleh PGRI:


    1. Dari Pegawai Kelas Dua Menjadi Aparatur Negara Merdeka

    Pada masa Belanda, guru pribumi sering kali dianggap sebagai “mandor literasi” untuk kepentingan penjajah dengan gaji dan fasilitas yang timpang dibandingkan guru Eropa.

    • Peran PGRI: Melalui Kongres I, PGRI menegaskan bahwa guru adalah pegawai Republik Indonesia yang berdaulat.

    • Dampak: Guru mendapatkan pengakuan politis sebagai instrumen utama dalam mengisi kemerdekaan. Status sosial guru naik menjadi tokoh intelektual di masyarakat yang menjadi rujukan moral dan politik lokal.

    2. Guru sebagai “Penyambung Lidah” Revolusi

    Karena keterbatasan alat komunikasi saat itu, guru menjadi media informasi hidup bagi pemerintah pusat ke daerah-daerah.

    • Posisi Strategis: Guru memegang peran ganda; di pagi hari mereka mengajar, di sore hari mereka melakukan sosialisasi tentang makna kemerdekaan, Pancasila, dan UUD 1945 kepada masyarakat luas.

    • Dinamika: Guru berada di garis depan dalam menghapuskan mentalitas inlander (inferior) dan menumbuhkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia.

    3. Penyatuan Status (Menghapus Kasta Guru)

    Pasca kemerdekaan, masih ada sisa-sisa pengelompokan guru berdasarkan ijazah peninggalan Belanda (seperti lulusan HIK, kweekschool, dll).

    • Langkah PGRI: PGRI secara agresif menyuarakan penghapusan perbedaan tersebut. Semua guru, apa pun latar belakang pendidikannya, memiliki posisi yang sama dalam organisasi dan di mata negara.

    • Hasil: Terbentuknya kesatuan korps yang solid, yang mencegah perpecahan guru di tengah situasi politik yang belum stabil.


    Pergeseran Posisi Guru: Era Kolonial vs Pasca Kemerdekaan

    Aspek Era Kolonial Pasca Kemerdekaan (PGRI)
    Orientasi Mengabdi pada kepentingan Belanda/Jepang. Mengabdi pada cita-cita Proklamasi.
    Status Sosial Pegawai rendahan/Ambtenaar. Tokoh Pejuang dan Intelektual Bangsa.
    Gaji/Upah Diskriminatif (berdasarkan ras/ijazah). Diupayakan seragam sebagai pegawai RI.
    Fungsi Lain Alat indoktrinasi penjajah. Penggerak literasi dan nasionalisme.

    4. Guru dalam Perjuangan Fisik

    Arsip sejarah mencatat bahwa posisi guru pasca kemerdekaan tidak hanya di depan kelas, tetapi juga di medan gerilya.

    • Dinamika: Banyak guru yang tergabung dalam PGRI juga merangkap sebagai anggota kelaskaran atau Tentara Pelajar. PGRI memberikan legitimasi bahwa berjuang mengangkat senjata adalah bagian dari tugas profesi saat negara dalam bahaya.

    5. Peletak Dasar Sistem Pendidikan Nasional

    Pasca kemerdekaan, Indonesia tidak memiliki kurikulum sendiri. Guru-guru PGRI-lah yang bekerja keras merumuskan apa yang harus diajarkan kepada anak-anak merdeka.

    • Posisi: Guru bertransformasi menjadi konseptor. Mereka menerjemahkan semangat kemerdekaan ke dalam mata pelajaran seperti Sejarah Indonesia dan Bahasa Indonesia, menggantikan narasi sejarah versi penjajah.


    Kesimpulan

    Pasca kemerdekaan, posisi guru menjadi sangat sentral sebagai perekat persatuan nasional. PGRI berhasil memastikan bahwa guru tidak sekadar menjadi “tukang ajar,” melainkan menjadi agen perubahan sosial dan politik yang memastikan kemerdekaan Indonesia tetap tegak melalui pendidikan.

    kampungbet

    sbobet

    kampungbet

    kampungbet

    kampungbet

    kampungbet

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Next Article Perjalanan PGRI dalam Sistem Pendidikan Nasional
    Dunia Masjid
    • Website

    Related Posts

    PGRI dan Urgensi Pembelajaran yang Lebih Relevan

    April 8, 2026

    PGRI dalam Menghadapi Perubahan Ekspektasi Siswa

    April 8, 2026

    Ekosistem Guru dan Peran Organisasi Profesi

    February 27, 2026

    Institusionalisasi Profesi Guru dalam Konteks Nasional

    February 27, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terbaru

    PGRI dan Urgensi Pembelajaran yang Lebih Relevan

    By admin4466April 8, 20260

    PGRI dan Urgensi Pembelajaran yang Lebih Relevan: Menghubungkan Teori dengan Realitas Ketidakterhubungan antara materi sekolah…

    PGRI dalam Menghadapi Perubahan Ekspektasi Siswa

    April 8, 2026

    Ekosistem Guru dan Peran Organisasi Profesi

    February 27, 2026

    Institusionalisasi Profesi Guru dalam Konteks Nasional

    February 27, 2026

    Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman

    August 30, 2025
    © 2026 Dunia Masjid. Dikembangkan oleh Divisi Informasi dan Komunikasi Jakarta Islamic Centre.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.