Close Menu
Data MasjidData Masjid

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    PGRI dan Urgensi Pembelajaran yang Lebih Relevan

    April 8, 2026

    PGRI dalam Menghadapi Perubahan Ekspektasi Siswa

    April 8, 2026

    Ekosistem Guru dan Peran Organisasi Profesi

    February 27, 2026
    Data MasjidData Masjid
    • Home
    • MASJID BERSEJARAH INDONESIA
    • MASJID TERINDAH INDONESIA
    • MASJID DUNIA
    • Web JIC
    Data MasjidData Masjid
    • Home
    • MASJID BERSEJARAH INDONESIA
    • MASJID TERINDAH INDONESIA
    • MASJID DUNIA
    • Web JIC
    Home»MASJID BERSEJARAH INDONESIA»Masjid Ar Raisiyah
    MASJID BERSEJARAH INDONESIA

    Masjid Ar Raisiyah

    Dunia MasjidBy Dunia MasjidAugust 22, 2025Updated:April 2, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Desa Sekarbela, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, tahun 1400 M. Di tahun-tahun itu kerajaan yang berkuasa adalah Kerajaan Hindu, yang merupakan cabang dari kerajaan Karang Agung Bali, dengan rajanya bernama Anak Agung. Pada masa pertengahan kekuasaan Anak Agung datang seorang penyebar agama Islam, seorang waliyullah ke Sekarbela.

    Siapa nama penyebar Islam itu, masyarakat Sekarbela belum juga mengenal namanya secara jelas. Tetapi, mereka hanya menyebut dengan panggilan Tuan Guru Sekarbela, daripada mengenal nama aslinya. Sebagai sebuah masyarakat yang dikuasai Kerajaan Hindu, Tuan Guru seringkali tertarik untuk terus menyebarkan agama Islam. Apalagi saat itu Tuan Guru menyadari betul bahwa di sana mulai berkembang penganut Islam.

    Dengan penuh keyakinan, Tuan Guru mulai mendatangi beberapa penduduk pinggiran dan ternyata mendapat sambutan baik. Karena kearifan dan takzimnya, ia pun disenangi pengikut-pengikutnya. Karena itu, jamaahnya bukan saja terdapat di Sekarbela, namun juga terdapat di tetangga desa yang tidak jauh dari Sekarbela. Seperti Sesela, Pagutan, dan beberapa tempat di wilayah Lombok.

    Melihat kian hari terasa makin bertambah saja pemeluk agama Islam, Tuan Guru terpanggil hatinya untuk mendirikan sebuah masjid kecil yang atapnya terbuat dari alang-alang dengan empat buah tiang. Letak masjid tidak di desa Sekarbela, tetapi di desa Pagutan.

    Difitnah

    Ketika para pemeluk Islam merasakan betapa senangnya memiliki sebuah masjid, mereka pun berniat untuk membuat acara syukuran. Mereka bersepakat untuk mengundang Tuan Guru, sebagai orang yang memiliki gagasan mendirikan masjid. Untuk memastikan apakah Tuan Guru mau hadir dalam acara tersebut maka diutuslah seseorang untuk menjemputnya.

    Ketika si penjemput masih di tengah jalan, ia melihat Tuan Guru berada di tengah-tengah kelompok orang yang sedang mengadakan Gocekan (sabung ayam). Melihat kejadian yang amat aneh ini, si pen¬jemput langsung kembali ke Pagutan. Tetapi, yang dilaporkan kemudian memang agak lain sehingga timbul intrik dan fitnah tentang Tuan Guru.

    Karena banyaknya keanehan yang didengar oleh Raja Anak Agung,
    dia sangat khawatir bahkan takut untuk bersaing. Maka, raja mengutus kaki tangannya untuk membunuh Tuan Guru Sekarbela. Atas petunjuk seseorang yang tidak simpati, Tuan Guru dapat ditangkap dan dibawa ke suatu tempat bernama Padadang Reak, Kuranji. Di sinilah Tuan Guru akhirnya dibunuh oleh kaki tangan Raja Anak Agung.

    Dengan terbunuhnya Tuan Guru, para pengikutnya menuntut pertanggungjawaban dari Anak Agung, yang akhirnya mendapat per¬lawanan dari pihak tentara Kerajaan Anak Agung, yang mengakibatkan dibakarnya masjid tersebut. Dan, meletuslah perselisihan dan peperangan yang banyak memakan korban. Peperangan itu dikenal dengan sebutan Perang Congah.

    Melihat masjid satu-satunya sudah dibumihanguskan oleh prajurit Anak Agung, seorang tokoh masyarakat yang amat disegani, Tuan Guru H. Mohammad Toha, terketuk hatinya untuk membangun kembali masjid yang dibakar tersebut.

    Akan tetapi, jumlah pemeluk agama Islam setiap tahunnya ber¬tambah maka bangunan masjid tidak mampu lagi menampung jamaah. Melihat kenyatan tersebut maka Tuan Guru H. Mohammad Rais— pelanjut kepemimpinan H. Mohammad Toha-mengusulkan untuk memperluas bangunan masjid.

    Sebagai tokoh masyarakat dan tokoh Islam, apalagi ilmunya tinggi, dia sangat disegani masyarakat Lombok. Atas gagasan H. Mohammad Rais—yang lahir tahun 1867—masjid tersebut berhasil direnovasi. Sepeninggal H. Mohammad Rais, kepengurusan masjid dipegang oleh masyarakat, yaitu penghulu Haji Idhar.

    Melihat jasa Tuan Guru Mohammad Rais untuk melestarikan namanya, masyarakat mengubah nama masjid itu menjadi Masjid ar- Raisiyah, yang diambil dari induk kata Rais.

    DATA MASJID AR RAISIYAH

    • NAMA RESMI

      Masjid Ar Raisiyah

    • TANGGAL DIRESMIKAN

      –

    • LOKASI

      Kel. Karang Pule Kec. Sekarbela Kota Mataram Nusa Tenggara Barat

    • LUAS BANGUNAN

      – m2

    • LUAS KESELURUHAN

      10.000 m2

    • DAYA TAMPUNG JAMAAH

      – orang

    • ARSITEK

      –

    • SUMBER

      Masjid-Masjid Bersejarah di Indonesia

    kampungbet

    kotabet

    kampungbet

    kampungbet

    kampungbet

    kampungbet

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleMasjid Jami’atul Khair
    Next Article Masjid Kuno Desa Bayan
    Dunia Masjid
    • Website

    Related Posts

    Masjid Raya Al Mashun Medan

    August 30, 2025

    Masjid Raya Rengat

    August 30, 2025

    Masjid Azizi

    August 30, 2025

    Masjid Sulaimaniyah

    August 30, 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terbaru

    PGRI dan Urgensi Pembelajaran yang Lebih Relevan

    By admin4466April 8, 20260

    PGRI dan Urgensi Pembelajaran yang Lebih Relevan: Menghubungkan Teori dengan Realitas Ketidakterhubungan antara materi sekolah…

    PGRI dalam Menghadapi Perubahan Ekspektasi Siswa

    April 8, 2026

    Ekosistem Guru dan Peran Organisasi Profesi

    February 27, 2026

    Institusionalisasi Profesi Guru dalam Konteks Nasional

    February 27, 2026

    Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman

    August 30, 2025
    © 2026 Dunia Masjid. Dikembangkan oleh Divisi Informasi dan Komunikasi Jakarta Islamic Centre.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.