Close Menu
Data MasjidData Masjid

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    PGRI dan Urgensi Pembelajaran yang Lebih Relevan

    April 8, 2026

    PGRI dalam Menghadapi Perubahan Ekspektasi Siswa

    April 8, 2026

    Ekosistem Guru dan Peran Organisasi Profesi

    February 27, 2026
    Data MasjidData Masjid
    • Home
    • MASJID BERSEJARAH INDONESIA
    • MASJID TERINDAH INDONESIA
    • MASJID DUNIA
    • Web JIC
    Data MasjidData Masjid
    • Home
    • MASJID BERSEJARAH INDONESIA
    • MASJID TERINDAH INDONESIA
    • MASJID DUNIA
    • Web JIC
    Home»MASJID BERSEJARAH INDONESIA»Masjid Al Anwar Muara Angke
    MASJID BERSEJARAH INDONESIA

    Masjid Al Anwar Muara Angke

    Dunia MasjidBy Dunia MasjidAugust 29, 2025No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Masjid al-Anwar yang dahulu mempunyai nama Masjid Angke, yang terletak di wilayah Jakarta Barat ini tidak dapat dilepaskan dengan tokoh-tokoh pejuang dan pendiri Jakarta tempo dulu, seperti Pangeran Fatahillah dan Tubagus Angke. Kini, Masjid Angke menjadi bagian dari cagar  budaya yang dilindungi undang-undang monumen (monumen ordonantie Stbl 1931 No. 238).

    Masjid yang berdiri diatas tanah seluas 400 meter persegi dan berukuran 15 x 15 m, memang termasuk kecil. Akan tetapi, keberada- annya cukup menarik karena bentuk-bentuk bangunannya memper- lihatkan perpaduan dari berbagai gaya arsitektur, seperti gaya bangunan Belanda, Banten kuno, dan Cina.

    Gapuranya yang terletak di sebelah utara, masih asli berbentuk gapnra belah. Sedangkan, pintu masuk menempati sudut selatan berbentuk gapura tertutup. Menurut penelitian Ny. Tjut Nyak Kusmiati, sarjana arkeologi lulusan Universitas Indonesia, gapura-gapura yang berbentuk huruf d pada Masjid Angke ini mengingatkan pada gapura bangunan kuno di Banten dan Cirebon. Hiasan-hiasan pada dinding gapura merupakan relung semu. Tembok keliling masjid pun berhiaskan pelipit-pelipit yang sama dengan gapuranya.

    Sementara itu, di halaman belakang masjid ini terdapat beberapa makam, di antaranya makam Syekh Ja’far yang tidak diketahui asal- usulnya. Selain itu, terdapat pula makam Syekh Syarif Hamid al-Qadri yang berasal dari Kesultanan Pontianak, Kalimantan Barat, yang pada tahun 1800-an oleh Belanda dibuang ke Batavia karena ia memberontak kepada Belanda. Pada batu nisannya tertulis usianya saat meninggal 64 tahun lebih 35 hari. Ia meninggal pada tahun 1854 M.

    Seorang ahli sejarah yang berkebangsaan Belanda, Dr. F. Dehan, dalambukunya Oud Batavia, menulis, masjid ini didirikan pada Kainis, tanggal 26 Syal^an 1174 H yang bertepatan dengan tanggal 2 April 1761 M. Ia juga menulis Masjid Angke yang kini lebih populer dengan sebutan Masjid al-Anwar, didirikan oleh seorang wanita keturunan Cina kaya yang kemudian menikah dengan seorang Banten.

    Strategi Melawan Belanda

    Memperhatikan situasi kota Jakarta setelah Proklamasi Kemerdekaan, tanggal 17 Agustus 1945, di lima wilayah Jakarta masih mengalami aneka ragam gejolak perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan 1945 dari serangan Belanda. Maka, di kompleks masjid ini, para pemudanya sering melakukan pertemuan-pertemuan rahasia dalam mengoordinasi kegiatan menentang Belanda. Melalui khotbah-khotbah yang disampaikannya, para ulama melakukan provokasi untuk menentang Belanda.

    Bahkan selain itu, masjid ini dijadikan tempat penggemblengan para pejuang bangsa. Dari tempat yang agak tersembunyi ini disusun strategi perjuangan dalam menghadapi kekejaman serdadu-serdadu Belanda. Karena rapinya kegiatan-kegiatan dan aksi yang dilakukan oleh para pemuda daerah ini sehingga Belanda tidak dapat mencium kegiatannya. Maka, selamatlah masjid ini dari serbuan tentara Belanda.

    Dalam kondisi demikian, Masjid Angke terus memenuhi peranannya sebagai tempat pengisian landasan perjuangan, benteng iman, dan ketakwaan umat Islam dalam menghadapi penindasan penjajah Belanda.

    DATA MASJID AL ANWAR MUARA ANGKE

    • NAMA RESMI

      Masjid Al Anwar Muara Angke

    • TANGGAL DIRESMIKAN

      –

    • LOKASI

      Jakarta Barat

    • LUAS BANGUNAN

      400 m2

    • LUAS KESELURUHAN

      225 m2

    • DAYA TAMPUNG JAMAAH

      – orang

    • ARSITEK

      –

    • SUMBER

      Masjid-Masjid Bersejarah di Indonesia

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleMasjid Jami Matraman Jakarta
    Next Article Masjid Al Wustho Mangkunegaran
    Dunia Masjid
    • Website

    Related Posts

    Masjid Raya Al Mashun Medan

    August 30, 2025

    Masjid Raya Rengat

    August 30, 2025

    Masjid Azizi

    August 30, 2025

    Masjid Sulaimaniyah

    August 30, 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terbaru

    PGRI dan Urgensi Pembelajaran yang Lebih Relevan

    By admin4466April 8, 20260

    PGRI dan Urgensi Pembelajaran yang Lebih Relevan: Menghubungkan Teori dengan Realitas Ketidakterhubungan antara materi sekolah…

    PGRI dalam Menghadapi Perubahan Ekspektasi Siswa

    April 8, 2026

    Ekosistem Guru dan Peran Organisasi Profesi

    February 27, 2026

    Institusionalisasi Profesi Guru dalam Konteks Nasional

    February 27, 2026

    Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman

    August 30, 2025
    © 2026 Dunia Masjid. Dikembangkan oleh Divisi Informasi dan Komunikasi Jakarta Islamic Centre.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.