Close Menu
Data MasjidData Masjid

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    PGRI dan Urgensi Pembelajaran yang Lebih Relevan

    April 8, 2026

    PGRI dalam Menghadapi Perubahan Ekspektasi Siswa

    April 8, 2026

    Ekosistem Guru dan Peran Organisasi Profesi

    February 27, 2026
    Data MasjidData Masjid
    • Home
    • MASJID BERSEJARAH INDONESIA
    • MASJID TERINDAH INDONESIA
    • MASJID DUNIA
    • Web JIC
    Data MasjidData Masjid
    • Home
    • MASJID BERSEJARAH INDONESIA
    • MASJID TERINDAH INDONESIA
    • MASJID DUNIA
    • Web JIC
    Home»MASJID BERSEJARAH INDONESIA»Masjid Air Mata Kupang
    MASJID BERSEJARAH INDONESIA

    Masjid Air Mata Kupang

    Dunia MasjidBy Dunia MasjidJuly 16, 2025Updated:March 24, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Masjid itu kini bemama Masjid Air Mata. Tidak diketahui dengan jelas, mengapa nama itu terpatri pada bangunan rumah Tuhan itu Apakah karena ia bertempat di Desa Air Mata, yang diarabkan menjad: “Baitul Qodim”? Apakah secara kebetulan riwayat hidupnya yang demikian? Hanya masjid itu yang merasakannya karena sering berpindah merangkum beberapa nyawa manusia dalam menyembah Allah SWT. Sebenarnya Masjid Air Mata ini, sejak dibangun tetap berukuran 10 x 10 m persegi.

    Berpindah karena Tergusur

    Masjid ini sejak pertama kalinya sudah ditangani oleh orang-orang yang memang sebagian hidupnya mengabdi pada masjid. Betapa tidak, ketika mulai dibangun tahun 1806, tangan-tangan dari Haji Birandubin Tahir (imam masjid itu), bersama Mustafa Thaha, Eang Bau Thalib, Abdurrachman Abdul Kadir Thalib (staf imam masjid), dan Haji Abd. Rahman Mustafa (khatib), yang sebelumnya pertama kali dibangun di kota Kupang sekarang, di Kelurahan Oeba.

    Masjid ini merupakan pusat semua kegiatan agama Islam pada awal mulanya. Untuk pertama kali, shalat Jumat dilaksanakan tahun 1812. Artinya, setidaknya masjid itu selesai dibangun tahun itu. Masjid pertama yang berlokasi di Pantai Besi itu, namun berpindah karena digusur oleh Belanda.

    Pertapakan masjid itu akan dipergunakan membangun gedung telegrafis Belanda. Kaum muslim di Oeba dan sekitar itu memindahkan masjid ini ke arah baratnya, sekitar muara Sungai Kupang yang lahannya menjadi Kanwil Departemen Perdagangan Kupang di Jalan Soekarno.

    Masjid ini berpindah lagi ke tempat lain karena lahan untuk penjara tidak ada maka di bekas masjid itu didirikan penjara atau lembaga pemasyarakatan (istilah sekarang).

    Menurut Belanda, letak masjid itu tidak sesuai dalam tata kota masa itu maka terpaksa pindah-gusur lagi, dari sini (bangunan Penjara Kupang) ke tempat lain yang harus pindah menyeberangi sungai, ke sebuah lembah yang biasanya memiliki mata air yang banyak. Sesudah ber-pindah-gusur beberapa kali, barulah masjid itu berada dan berdiri anggun di tempatnya yang sekarang, yang diberi nama oleh masyarakat setempat dengan nama Masjid Air Mata.

    Jika dipikir secara filosofis, tentulah masjid ini mengeluarkan “air mata” karena sering berpindah akibat terpaksa digusur demi kepentingan penjajah Belanda di masa Kolonial.

    Pada petapakan masjid yang sekarang, ada tiga keluarga yang bertempat tinggal, yakni putra dari pemberi tanah wakaf untuk lahan masjid itu, putranya Moyang Syahan. Ketiga putranya yang masih ada di tanah yang sudah diwakafkan itu, bukan tidak mempunyai tugas dimasjid itu.

    Ketiga anaknya itu bemama Putra Birando bin Sya’ban yang bertugas sebagai imam masjid, Putra AbduUahbin Sya’ban sebagai khatib dan Putra Bofrk bin Sya’ban sebagai muazin/bilal.

    Moyang Sya’ban, tidak hanya mewakafkan tanah, bahkan anaknya juga “diwakafkan” untuk mengabdi kepada Masjid Air Mata.

    Didirikan oleh Nenek-Nenek

    Masjid yang sekarang diberi nama Baitul Qodim atau Masjid Air Mata, dibangun oleh moyang (nenek) Sya’ban bersama tiga orang moyang lainnya, yaitu Moyang Syamsuddin, Moyang Arkiang, dar Moyang Barkat.

    Bahan-bahan bangunannya seperti pasir diambil dari tepi panti , kemudian dicuci dengan air tawar, sedangkan semennya dari kapur yang dibuat sendiri (dibakar sendiri). Bahkan, perekatnya, pereka: “semen” kapur itu digunakan gula pasir atau kalau kurang digarit: dengan air nira (air pohon enau yang disadap di tangkai bunganya).

    Kayu tidak sepotong pun berasal dari Kupang sendiri, tetapi secara bergotong-royong dicari masyarakat Islam ke pulau-pulau sekitarnya atau dihanyutkan dari hulu sungai.

    Demikian luhur keikhlasan umat mendirikan masjid “tempo doeloe”. Akan adakah kebersamaan seperti itu pada generasi mendatang?

    DATA MASJID AIR MATA KUPANG

    • NAMA RESMI

      Masjid Air Mata Kupang

    • TANGGAL DIRESMIKAN

      –

    • LOKASI

      Kel. Air Mata, Kec. Kota Lama, Kupang, Nusa Tenggara Timur

    • LUAS BANGUNAN

      100 m2

    • LUAS KESELURUHAN

      – m2

    • DAYA TAMPUNG JAMAAH

      – orang

    • ARSITEK

      –

    • SUMBER

      Masjid-Masjid Bersejarah di Indonesia

    kampungbet

    sbobet

    kampungbet

    kampungbet

    kampungbet

    kampungbet

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleMasjid Darussalam Temanggung
    Next Article Masjid Batu Merah
    Dunia Masjid
    • Website

    Related Posts

    Masjid Raya Al Mashun Medan

    August 30, 2025

    Masjid Raya Rengat

    August 30, 2025

    Masjid Azizi

    August 30, 2025

    Masjid Sulaimaniyah

    August 30, 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terbaru

    PGRI dan Urgensi Pembelajaran yang Lebih Relevan

    By admin4466April 8, 20260

    PGRI dan Urgensi Pembelajaran yang Lebih Relevan: Menghubungkan Teori dengan Realitas Ketidakterhubungan antara materi sekolah…

    PGRI dalam Menghadapi Perubahan Ekspektasi Siswa

    April 8, 2026

    Ekosistem Guru dan Peran Organisasi Profesi

    February 27, 2026

    Institusionalisasi Profesi Guru dalam Konteks Nasional

    February 27, 2026

    Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman

    August 30, 2025
    © 2026 Dunia Masjid. Dikembangkan oleh Divisi Informasi dan Komunikasi Jakarta Islamic Centre.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.