Close Menu
Data MasjidData Masjid

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    PGRI dan Urgensi Pembelajaran yang Lebih Relevan

    April 8, 2026

    PGRI dalam Menghadapi Perubahan Ekspektasi Siswa

    April 8, 2026

    Ekosistem Guru dan Peran Organisasi Profesi

    February 27, 2026
    Data MasjidData Masjid
    • Home
    • MASJID BERSEJARAH INDONESIA
    • MASJID TERINDAH INDONESIA
    • MASJID DUNIA
    • Web JIC
    Data MasjidData Masjid
    • Home
    • MASJID BERSEJARAH INDONESIA
    • MASJID TERINDAH INDONESIA
    • MASJID DUNIA
    • Web JIC
    Home»MASJID BERSEJARAH INDONESIA»Masjid Sultan Suriansyah
    MASJID BERSEJARAH INDONESIA

    Masjid Sultan Suriansyah

    Dunia MasjidBy Dunia MasjidJuly 29, 2025Updated:April 2, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Masjid Sultan Suriansyah adalah masjid tertua di Pulau Kalimantan. Pasalnya, masjid yang terletak di tepi Sungai Kuin, Kelurahan Kuin Utara, Kecamatan Banjar Kota, Kodya Banjarmasin ini dibangun antara tahun 1525-1550 M, pada masa pemerintahan Sultan Suriansyah, Raja Banjar pertama yang memeluk agama Islam.

    Bangunan masjid tua yang berukuran 26,1 x 22,6 m ini mempunyai keunikan antara lain atapnya masih asli, hanya puncaknya yang mengalami perubahan, diganti dalam bentuk kubah. Akan tetapi, wujud aslinya yakni atapnya yang berbentuk tumpang empat masih terlihat dengan jelas.

    Masjid tua ini saat belum dipugar, pada bagian atas atau puncaknya terdapat “sungkul” yang terbuat dari kayu ulin. Sungkul itu keadaannya masih baik meskipun usianya sudah empat abad lebih. Sungkul tersebut sekarang disimpan di Museum Lambung MangkUrat Banjar Baru, sekitar 35 km dari Banjarmasin.

    Karena letaknya di tepi Sungai Kuin maka setiap mereka yang naik angkutan air, seperti bus air, longboat, maupun speedboat selalu melihat masjid tertua di Kalimantan ini. Jalan darat yang persis melewati tepi masjid, juga memudahkan para wisatawan berziarah ke masjid ini.

    Apalagi letak Masjid Suriansyah ini juga tidak terlalu jauh dari makam Sultan Suriansyah. Jaraknya hanya sekitar 500 meter sehingga para wisatawan yang berkunjung ke masjid selalu menyempatkan ziarah ke makam Sultan Suriansyah. Atau, sebaliknya mereka yang duluanberziarah ke makam selalu menyempatkan mengunjungi masjid karena letaknya memang tidak terlalu jauh.

    Cukup Banyak

    Bagi wisatawan yang memasuki kompleks Masjid Sultan Suriansyah, sering berdecak kagum, khususnya melihat peninggalan-peninggalan kuno yang masih dapat disaksikan kendati usianya sudah empat abad.

    Barang-barang kuno tersebut memang erat hubungannya dengan sejumlah barang dari bagian masjid tertua tersebut. Peninggalan yang masih dapat disaksikan antara lain pada mimbar yang terbuat dari kayu ulin, salah satu kayu yang tumbuh di Kalimantan dan dikenal sebagai kayu yang paling kuat. Orang awam menyebutnya “kayu besi”.

    Pada lingkungan di muka mimbar dihiasi kaligrafi huruf Arab bertuliskan kalimat thayyibah: laa ilaha illallah, Muhamaddur Rasulullah. Selain itu, pada bagian kanan terdapat tanggal yang berkaitan dengan
    pembangunan Masjid Sultan Suriansyah, yaitu hari Selasa tanggal 27 bulan Rajab tahun 1296 H.

    Peninggalan kuno yang juga masih dapat disaksikan adalah pada undak-undak di bawah tempat duduk mimbar yang jumlahnya sembilan buah dengan ukiran bermotif flora (tumbuh-tumbuhan). Sedangkan, pada tiap undakan terdapat ukiran medali berbentuk bunga.

    Sejumlah daun pintu yang ada di masjid juga masih ada yang dipertahankan karena kondisinya memang masih baik. Pada daun pintu sebelah timur terdapat lima baris inskripsi Arab. Demikian juga daun pintu sebelah barat, terdapat inskripsi sebanyak lima baris.

    Kendatipun sudah tua, keberadaan masjid ini semakin penting, karena aktivitasnya tidak kalah dengan aktivitas masjid lain yang ada di Kalimantan Selatan. Bahkan, dengan usianya yang ratusan tahun, keberadaan Masjid Sultan Suriansyah bagi para wisatawan, khususnya wisata ziarah, merupakan salah satu obyek wisata yang harus dikunjungi.

    Tentu saja kedatangan para wisatawan ini juga berdampak positif bagi warga setempat karena bagaimanapun juga lingkungan dan masyarakat sekitar masjid akan “kecipratan” rupiah yang dikeluarkan para wisatawan untuk membeli makanan, minuman, dan biaya transportasi.

    DATA MASJID SULTAN SURIANSYAH

    • NAMA RESMI

      Masjid Sultan Suriansyah

    • TANGGAL DIRESMIKAN

      –

    • LOKASI

      Tepi Sungai Kuin, Kel. Kuin Utara, Kec. Banjar Kota, Banjarmasin

    • LUAS BANGUNAN

      589 m2

    • LUAS KESELURUHAN

      – m2

    • DAYA TAMPUNG JAMAAH

      – orang

    • ARSITEK

      –

    • SUMBER

      Masjid-Masjid Bersejarah Indonesia

    kampungbet

    kotabet

    kampungbet

    kampungbet

    kampungbet

    kampungbet

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleMasjid Datuk Abulung Martapura
    Next Article Masjid Jami Hasanuddin Kutai
    Dunia Masjid
    • Website

    Related Posts

    Masjid Raya Al Mashun Medan

    August 30, 2025

    Masjid Raya Rengat

    August 30, 2025

    Masjid Azizi

    August 30, 2025

    Masjid Sulaimaniyah

    August 30, 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terbaru

    PGRI dan Urgensi Pembelajaran yang Lebih Relevan

    By admin4466April 8, 20260

    PGRI dan Urgensi Pembelajaran yang Lebih Relevan: Menghubungkan Teori dengan Realitas Ketidakterhubungan antara materi sekolah…

    PGRI dalam Menghadapi Perubahan Ekspektasi Siswa

    April 8, 2026

    Ekosistem Guru dan Peran Organisasi Profesi

    February 27, 2026

    Institusionalisasi Profesi Guru dalam Konteks Nasional

    February 27, 2026

    Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman

    August 30, 2025
    © 2026 Dunia Masjid. Dikembangkan oleh Divisi Informasi dan Komunikasi Jakarta Islamic Centre.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.