Close Menu
Data MasjidData Masjid

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    PGRI dan Urgensi Pembelajaran yang Lebih Relevan

    April 8, 2026

    PGRI dalam Menghadapi Perubahan Ekspektasi Siswa

    April 8, 2026

    Ekosistem Guru dan Peran Organisasi Profesi

    February 27, 2026
    Data MasjidData Masjid
    • Home
    • MASJID BERSEJARAH INDONESIA
    • MASJID TERINDAH INDONESIA
    • MASJID DUNIA
    • Web JIC
    Data MasjidData Masjid
    • Home
    • MASJID BERSEJARAH INDONESIA
    • MASJID TERINDAH INDONESIA
    • MASJID DUNIA
    • Web JIC
    Home»MASJID BERSEJARAH INDONESIA»Masjid Agung Pondok Tinggi Kerinci
    MASJID BERSEJARAH INDONESIA

    Masjid Agung Pondok Tinggi Kerinci

    Dunia MasjidBy Dunia MasjidAugust 29, 2025No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Masjid Agung Pondok Tinggi terletak di Dusun Pondok Tinggi, Kecamatan Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, Jambi. Dibangun pada tahun 1874 secara gotong royong oleh seluruh warga dusun, anak jantan, dan anak betino (laki-laki dan perempuan). Untuk membangkitkan gairah kerja, para warga dihibur dengan pagelaran kesenian khas rakyat Kerinci, di antaranya pencak silat.

    Setelah pembuatan fondasi selesai dan kayu terkumpul, dibentuk- lah semacam panitia pelaksana pembangunan yang dipimpin oleh empat orang jenang ‘pengurus’ yang dipilih dari masing-masing lurah, yaitu: Bapak/ayahnya Rukun (Rio Mandaro), Bapak/ayahnya Hasip (Rio Pati), Bapak/ayahnya Timah Taat dan Haji Rajo Saleh (Rio Tumengung).

    Rancangan masjid dipilih berdasarkan masukan dari empat orang perencana. Yang terpilih adalah rancangan yang dibuat oleh Bapak/ayahnya M. Tiru dari Rio Mandaro. Untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan, dipilihlah 12 orang tenaga ahli pertukangan.

    Setelah semua persiapan beres maka dimulailah pekerjaan mendirikan tiang dan dinding masjid pada hari Rabu, 1 Juni 1874 M. Selama 7 hari 7 malam diadakan keramaian dengan menyembelih 12 ekor kerbau. Pada perayaan itu hadir pangeran pemangku dari Jambi (tidak disebutkan namanya).

    Mempunyai 36 Tiang

    Masjid Agung Pondok Tinggi ini ditopang oleh 36 buah tiang besar dan kokoh, dibagi dalam tiga jenis, yaitu sebagai berikut.

    1. Tiang Panjang Sambilea (sembilan) sebanyak empat buah, membentuk segi empat yang paling dalam. Masing-masing dibuat dari batang pohon yang utuh dan kuat. Keempat tiang tersebut dinamai Tiang Tuo (Jawa: sokoguru). Tiang Tuo tersebut diberi paku emas untuk menolak bala, dan pada puncak tiang diberi kain berwama merah dan putih sebagai lambang kemuliaan.
    2. Tiang Panjang Limau (lima) sebanyak delapan buah, membentuk segi empat di tengah, sehingga tampak berjajar rapi.
    3. Tiang Panjang Duea (dua) sebanyak 24 buah, membentuk segi empat yang paling luar disebut panjang duea karena panjangnya dua depa (sekitar dua meter). Tiang tersebut diatur sedemikian rupa sehingga pada setiap sisi segi empat yang paling luar itu, yakni sebelah timur selatan, dan barat, tampak berjajar masing-masing tujuh buah.

    Di samping 36 buah tiang tersebut, masih ada lagi beberapa tiang sambut, yakni tiang yang bergantung, tidak menghunjam ke tanah tetapi terikat atau terpaut pada kayu-kayu alang. Dari struktur dan pengaturan tiang-tiang itu, kita dapat menyimpulkan bahwa susunan tiang itu sudah menggunakan ilmu daya lenting untuk mengantisipasi terjadinya goncangan akibat gempa bumi.

    Bentuk atap Masjid Agung Ondok Tinggi yang berupa atap tumpang bersusun tiga, makin ke atas makin kecil, dan paling puncak berbentuk. limas melambangkan tatanan hidup masyarakat Kerinci yang berketuhanan, yakni: bapucak satau, barempe juroi, batingkat tigae. Artinya berpucuk satu, berjurai empat, dan bertingkat tiga.

    Adapun maksudnya dapat diterangkan sebagai berikut.

    1. Berpucuk satu, maksudnya menghormati satu kepala adat dan men- junjung tinggi kepercayaan pada Yang Kuasa.
    2. Berjurai empat, maksudnya di Dusun Pondok Tinggi ada empat jurai Pada setiap jurai ada satu orang ninik mamak (pemangku adat) dar satu orang imam (ulama). Jadi, di Dusun Pondok Tinggi ada empat orang ninik mamak dan empat orang imam.
    3. Bertingkat tiga, menunjukan bahwa masyarakat Dusun Pondok Tinge tidak pemah melepaskan seko nan tega takak, yakni pusaka tiga tingkat yang terdiri atas: pusaka tengnai, pusaka ninik mamak, dan pusaka depati.

    Masjid yang telah berusia 120 tahun ini juga dilengkapi dengan sarana penunjang, seperti perpustakaan dan pemancar radio RSP (Radio Suara Pondok Tinggi) yang menyiarkan berbagai aktivitas dakwah Islam, khususnya kegiatan-kegiatan Masjid Agung Pondok Tinggi.

    Masjid ini pada tahun 1953 pemah dikunjungi Dr. Mohammad Hatta yang pada waktu itu menjabat sebagai Wakil Presiden RI dalam kunjungan kerja ke daerah Sungai Penuh, didampingi Bapak Ruslan Mulyoharjo selaku Gubemur Sumatra Tengah waktu itu.
    Bung Hatta berpesan agar masjid agung ini dilestarikan dan dipelihara dengan baik sebagai warisan budaya yang sangat berharga.

    DATA MASJID AGUNG PONDOK TINGGI KERINCI

    • NAMA RESMI

      Masjid Agung Pondok Tinggi Kerinci

    • TANGGAL DIRESMIKAN

       

    • LOKASI

      Dusun Pondok Tinggi Kec. Sungai Penuh Kab. Kerinci Jambi

    • LUAS BANGUNAN

      – m2

    • LUAS KESELURUHAN

      – m2

    • DAYA TAMPUNG JAMAAH

      – orang

    • ARSITEK

      –

    • SUMBER

      Masjid-Masjid Bersejarah di Indonesia

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleMasjid Lamo Kerinci
    Next Article Masjid Muara Ogan Kertapati
    Dunia Masjid
    • Website

    Related Posts

    Masjid Raya Al Mashun Medan

    August 30, 2025

    Masjid Raya Rengat

    August 30, 2025

    Masjid Azizi

    August 30, 2025

    Masjid Sulaimaniyah

    August 30, 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terbaru

    PGRI dan Urgensi Pembelajaran yang Lebih Relevan

    By April 8, 20260

    PGRI dan Urgensi Pembelajaran yang Lebih Relevan: Menghubungkan Teori dengan Realitas Ketidakterhubungan antara materi sekolah…

    PGRI dalam Menghadapi Perubahan Ekspektasi Siswa

    April 8, 2026

    Ekosistem Guru dan Peran Organisasi Profesi

    February 27, 2026

    Institusionalisasi Profesi Guru dalam Konteks Nasional

    February 27, 2026

    Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman

    August 30, 2025
    © 2026 Dunia Masjid. Dikembangkan oleh Divisi Informasi dan Komunikasi Jakarta Islamic Centre.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.