Close Menu
Data MasjidData Masjid

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    PGRI dan Urgensi Pembelajaran yang Lebih Relevan

    April 8, 2026

    PGRI dalam Menghadapi Perubahan Ekspektasi Siswa

    April 8, 2026

    Ekosistem Guru dan Peran Organisasi Profesi

    February 27, 2026
    Data MasjidData Masjid
    • Home
    • MASJID BERSEJARAH INDONESIA
    • MASJID TERINDAH INDONESIA
    • MASJID DUNIA
    • Web JIC
    Data MasjidData Masjid
    • Home
    • MASJID BERSEJARAH INDONESIA
    • MASJID TERINDAH INDONESIA
    • MASJID DUNIA
    • Web JIC
    Home»MASJID BERSEJARAH INDONESIA»Masjid Jami Assalafiyah Jatinegara
    MASJID BERSEJARAH INDONESIA

    Masjid Jami Assalafiyah Jatinegara

    Dunia MasjidBy Dunia MasjidAugust 22, 2025No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Pada sekitar tahun 1619 M terjadi pertempuran yang melibatkan prajurit Pangeran Jayakarta dengan serdadu Pemerintah Hindia Belanda yang pada waktu itu dipimpim oleh Gubemur Jenderal Jaan Pieter Zoon Coen di daerah Mangga Dua (wilayah Jakarta Pusat).

    Pada pertempuran itu prajurit Pangeran Jayakarta terkepung dari beberapa arah. Dengan cara melepas jubah dan kemudian dibuang ke sebuah sumur tua, akhimya Pangeran Jayakarta dapat meloloskan diri. Akan halnya serdadu Belanda, begitu melihat jubah Pangeran ada di dalam sumur, mereka mengira Pangeran Jayakarta telah meninggal. Akhimya, sumur itu pun ditimbun.

    Karena suasana yang tidak memungkinkan, akhimya Pangeran Jayakarta hijrah ke Jakarta Timur. Sampailah ia di daerah hutan jati yang sangat lebat, kini dikenal sebagai daerah Jatinegara. Di hutan jati dan di seberang Kali Sunter—pada waktu ifu-inilah, Pangeran Jayakarta kemudian mendirikan sebuah masjid.

    Masjid ini persisnya didirikan pada tahun 1620 M. Pada mulanya didirikan untuk menghimpun para jawara (preman, jagoan) dan ulama untuk meneruskan perjuangannya melawan Pemerintah Belanda dan untuk menyiarkan agama Islam di tanah Sunda Kelapa.

    Masjid yang tepatnya berada didaerah Jatinegara Kaum ini mengalami renovasi berkali-kali. Renovasi pertama kali dilakukan oleh Pangeran Sugeri pada tahu 1700 M. Pangeran Sugeri adalah putra Sultan Fatah (Sultan Banten). Anak danbapak ini hijrah, kemudianbergabung dengan Pangeran Jayakarta, karena mereka berselisih dengan saudaranya, Sultan Haji yang diangkat menjadi Penguasa Banten oleh Pemerintah Hindia Belanda.

    Mengingat Pangeran Jayakarta adalah seorang pejuang, maka kelestarian Masjid Assalafiyah yang dibangunnya pun menjadi tanggung jawab Pemda DKI Jakarta. Segala bentuk pembangunan maupun perbaikan masjid menjadi wewenang Pemda DKI. Terutama renovasi terhadap cungkup makam Pangeran Jayakarta itu sendiri.

    Benda Pusaka

    Pangeran Jayakarta dimakamkan bersebelahan dengan masjid yang didirikannya. Pada bangunan cungkup terdapat makam Pangeran Jayakarta itu sendiri dengan anak dan cucunya, juga Pangeran Sugeri. Sedangkan, di halaman belakang masjid merupakan makam para ahli waris keturunannya. Sampai kini tanah makam tersebut khusus diperuntukan bagi keturunannya.

    Masjid ini mempunyai beberapa benda pusaka, di antaranya sebuah tasbih dan sebuah gobang. Konon cerita tasbih tersebut berciri terdapat mata uang VOC yang tengahnya berlubang. Sedangkan, pusaka yang berupa gobang, dahulunya lebih mirip sebagai tanda peringatan bila bahaya datang. Kini, kedua benda pusaka tersebut raib alias hilang tidak diketahui rimbanya.

    Sedangkan, benda peninggalan yang ada dalam masjid tersebut adalah keempat tiang penyangga yang menghubungkan menara atas, merupakan bangunan asli terbuat dari kayu jati asli.

    Adapun menara itu sendiri mempunyai keunikan. Pada sisi tepi menara di dalamnya terdapat ukiran huruf Arab berbentuk sarang tawon. Kedua bentuk tersebut sampai kini tetap dipertahankan keasliannya.

    DATA MASJID JAMI ASSALAFIYAH JATINEGARA

    • NAMA RESMI

      Masjid Jami Assalafiyah Jatinegara

    • TANGGAL DIRESMIKAN

      –

    • LOKASI

      Kel. Jatinegara Kaum Kec. Pulo Gadung Jakarta Timur

    • LUAS BANGUNAN

      – m2

    • LUAS KESELURUHAN

      – m2

    • DAYA TAMPUNG JAMAAH

      – orang

    • ARSITEK

      –

    • SUMBER

      Masjid-Masjid Bersejarah di Indonesia

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleMasjid Baitul Muslimin
    Next Article Masjid Jami Tegalsari Surakarta
    Dunia Masjid
    • Website

    Related Posts

    Masjid Raya Al Mashun Medan

    August 30, 2025

    Masjid Raya Rengat

    August 30, 2025

    Masjid Azizi

    August 30, 2025

    Masjid Sulaimaniyah

    August 30, 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terbaru

    PGRI dan Urgensi Pembelajaran yang Lebih Relevan

    By admin4466April 8, 20260

    PGRI dan Urgensi Pembelajaran yang Lebih Relevan: Menghubungkan Teori dengan Realitas Ketidakterhubungan antara materi sekolah…

    PGRI dalam Menghadapi Perubahan Ekspektasi Siswa

    April 8, 2026

    Ekosistem Guru dan Peran Organisasi Profesi

    February 27, 2026

    Institusionalisasi Profesi Guru dalam Konteks Nasional

    February 27, 2026

    Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman

    August 30, 2025
    © 2026 Dunia Masjid. Dikembangkan oleh Divisi Informasi dan Komunikasi Jakarta Islamic Centre.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.