Close Menu
Data MasjidData Masjid

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    PGRI dan Urgensi Pembelajaran yang Lebih Relevan

    April 8, 2026

    PGRI dalam Menghadapi Perubahan Ekspektasi Siswa

    April 8, 2026

    Ekosistem Guru dan Peran Organisasi Profesi

    February 27, 2026
    Data MasjidData Masjid
    • Home
    • MASJID BERSEJARAH INDONESIA
    • MASJID TERINDAH INDONESIA
    • MASJID DUNIA
    • Web JIC
    Data MasjidData Masjid
    • Home
    • MASJID BERSEJARAH INDONESIA
    • MASJID TERINDAH INDONESIA
    • MASJID DUNIA
    • Web JIC
    Home»MASJID BERSEJARAH INDONESIA»Masjid Jami Keraton Sambas
    MASJID BERSEJARAH INDONESIA

    Masjid Jami Keraton Sambas

    Dunia MasjidBy Dunia MasjidAugust 22, 2025Updated:April 2, 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Masjid Jami Keraton Sambas ini awalnya merupakan rumah sultan yang kemudian dijadikan mushala. Dibangun oleh Sultan Umar Aqomuddinyang memerintah Negeri Sambas pada tahun 1702-1727M. Kemudian, masjid kecil itu direnovasi oleh putranya, Sultan Muhammad Saifuddin dan dikembangkan menjadi masjid jami, dan diresmikan pada tanggal 10 Oktober 1885 M. Masjid ini tercatat sebagai masjid tertua di Kalimantan Barat.

    Sultan Muhammad Saifuddin adalah Sultan Kerajaan Sambas yang ke-8. Ia memerintah pada tahun 1866-1924 M. Pada masa pemerintahannya itu, Kesultanan Sambas semakin terkenal sampai ke negeri tetangga. Pembangunan fisik maupun nonfisik maju pesat. Antara lain membuat dan memperbaiki jalan baru, jembatan, serta penyebarluasan kongsi perdagangan dengan negeri tetangga. Bidang pendidikan pun tidak dilupakan, antara lain membangun masjid dan sekolah.

    Pada waktu itu, Kerajaan Sambas merupakan kerajaan yang berwibawa dan kuat angkatan perangnya. Negeri Sambas merupakan kesultanan yang merdeka penuh. Raja-rajanya merupakan pelaut ulung. Kesultanan Sambas juga sering disebut Keraton al-Watskhubillah, artinya ‘semoga Allah SWT melimpahkan rahmat, ridha, dan ampunan bagi raja dan rakyatnya’. Adapun tujuan Negeri Sambas adalah untuk negeri yang baik dan penduduknya diampuni Allah SWT.

    Kerajaan Sambas ini pada mulanya didirikan oleh Raden Sulaiman yang berasal dari Brunei Darussalam. Bersama prajuritnya, ia berlayar sampai di Sambas. Tujuannya untuk mencari daerah baru. Sebelum sampai di Sambas, Raden Sulaiman melewati daerah Mensemat, Bandar, Lubuk Madung. Di kota Lubuk Madung, Raden Sulaiman oleh pengikutnya diangkat menjadi sultan dengan gelar Sultan Muhammad Saifuddin I, tepatnya tanggal 20 Agustus 1652 M.

    Karena di kota Lubuk Madung ini masih kurang baik maka pusat pemerintahan dipindahkan ke pertemuan tiga buah sungai, yaitu Sungai Sambas Kecil, Sungai Teberau, dan Sungai Sibah. Daerah yang terkena tiga sungai ini disebut Muara Ulakan. Di Muara Ulakan inilah didirikan sebuah istana yang hingga sekarang masih berdiri anggun. Di hari tuanya, Sultan Muhammad Saifuddin mengangkat putranya Raden Bima sebagai sultan dengan gelar Sultan Muhammad Saifuddin II.

    Dipengaruhi Budaya Islam

    Pengaruh budaya Islam sangat menonjol di Kerajaan Sambas. Di samping itu, Kerajaan Sambas juga mengadakan hubungan diplomatik dengan negara-negara tetangga. Hal itu membuat pembangunan kian pesat. Begitu pula pembangunan sarana ibadah, seperti masjid dan mushala kian bertambah. Kerajaan Sambas pun tidak luput dari incaran
    negeri yang baik dan penduduknya diampuni Allah SWT.

    Kerajaan Sambas ini pada mulanya didirikan oleh Raden Sulaiman yang berasal dari Brunei Darussalam. Bersama prajuritnya, ia berlayar sampai di Sambas. Tujuannya untuk mencari daerah baru. Sebelum sampai di Sambas, Raden Sulaiman melewati daerah Mensemat, Bandar, Lubuk Madung. Di kota Lubuk Madung, Raden Sulaiman oleh pengikutnya diangkat menjadi sultan dengan gelar Sultan Muhammad Saifuddin I, tepatnya tanggal 20 Agustus 1652 M.

    Karena di kota Lubuk Madung ini masih kurang baik maka pusat pemerintahan dipindahkan ke pertemuan tiga buah sungai, yaitu Sungai Sambas Kecil, Sungai Teberau, dan Sungai Sibah. Daerah yang terkena tiga sungai ini disebut Muara Ulakan. Di Muara Ulakan inilah didirikan sebuah istana yang hingga sekarang masih berdiri anggun. Di hari tuanya, Sultan Muhammad Saifuddin mengangkat putranya Raden Bima sebagai sultan dengan gelar Sultan Muhammad Saifuddin II.

    Dipengaruhi Budaya Islam

    Pengaruh budaya Islam sangat menonjol di Kerajaan Sambas. Di samping itu, Kerajaan Sambas juga mengadakan hubungan diplomatik dengan negara-negara tetangga. Hal itu membuat pembangunan kian pesat. Begitu pula pembangunan sarana ibadah, seperti masjid dan mushala kian bertambah. Kerajaan Sambas pun tidak luput dari incaran

    penjajah Inggris, Belanda, dan Jepang.
    Pada tahun 1812 M, tentara Inggris pernah menyerang Sambas, tetapi dapat dipatahkan. Belanda pun pernah menjajah Negeri Sambas, tetapi dapat dienyahkan. Yang paling aneh, Kerajaan Sambas mem¬punyai sebuah meriam ajaib. Ceritanya, ketika pejabat kerajaan mengunjungi negara tetangga, tiba-tiba istana diserang oleh Belanda yang ingin menguasai Kerajaan Sambas.

    Di luar dugaan, meriam tersebut dapat menyerang tentara Belanda, walaupun tidak ada yang mengoperasikan. Akhirnya, tentara Belanda mundur dan gagal merebut Kerajaan Sambas. Benar tidaknya cerita tersebut, wallahu alam. Yang jelas, sampai saat ini meriam tersebut masih ada di Keraton Kerajaan Sambas.

    Para sultan Kerajaan Sambas selalu mengadakan hubungan bilateral dengan negara-negara tetangga untuk meningkatkan taraf ekonomi rakyat dan melakukan studi banding dalam hal pemerintahan. Sehingga, tidak aneh jika banyak sekali cenderamata dari negara-negara luar yang tersimpan di Kesultanan Sambas. Cenderamata itu ada yang berbentuk benda-benda pusaka, seperti keris, pedang, meriam, dan ada pula berupa peralatan rumah tangga seperti piring, mangkuk, baki, vas bunga, buli-buli, dan masihbanyak lagi. Negara-negara yang menjalin persahabatan dengan Kerajaan Sambas antara lain adalah Turki, Mesir, Brunei, Malaya (Malaysia), Cina, India, dan Inggris.

    DATA MASJID JAMI KERATON SAMBAS

    • NAMA RESMI

      Masjid Jami Keraton Sambas

    • TANGGAL DIRESMIKAN

      –

    • LOKASI

      Sambas, Kalimantan Barat

    • LUAS BANGUNAN

      – m2

    • LUAS KESELURUHAN

      – m2

    • DAYA TAMPUNG JAMAAH

      – orang

    • ARSITEK

      –

    • SUMBER

      Masjid-Masjid Bersejarah di Indonesia

    kotabet

    kampungbet

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleMasjid Jami Sintang Kapuas Hilir
    Next Article Masjid Abdurrahman Pontianak
    Dunia Masjid
    • Website

    Related Posts

    Masjid Raya Al Mashun Medan

    August 30, 2025

    Masjid Raya Rengat

    August 30, 2025

    Masjid Azizi

    August 30, 2025

    Masjid Sulaimaniyah

    August 30, 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terbaru

    PGRI dan Urgensi Pembelajaran yang Lebih Relevan

    By admin4466April 8, 20260

    PGRI dan Urgensi Pembelajaran yang Lebih Relevan: Menghubungkan Teori dengan Realitas Ketidakterhubungan antara materi sekolah…

    PGRI dalam Menghadapi Perubahan Ekspektasi Siswa

    April 8, 2026

    Ekosistem Guru dan Peran Organisasi Profesi

    February 27, 2026

    Institusionalisasi Profesi Guru dalam Konteks Nasional

    February 27, 2026

    Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman

    August 30, 2025
    © 2026 Dunia Masjid. Dikembangkan oleh Divisi Informasi dan Komunikasi Jakarta Islamic Centre.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.